skip to main |
skip to sidebar
biarpun seluruh jasadmu lumpuh kini,
jiwa buasmu kelu tanpa reseptor rasa,
tiada mengerti kesakitan yang menjerit,
luka parah masih berdarah tiada henti,
aku pinta cuma satu,
bertahanlah akhi!
bertahanlah dengan segala kemampuan yang ada!
bertahanlah dengan semua baki-baki nafas!
meski dihimpit dari segenap penjuru kesempitan!
dan dicelah-celah keresahan itu, pintalah pada Tuhanmu
Sungguh! cukuplah Dia penolongmu!
11 Nov 2012-Langkawi
Meski aku mengerti
betapa tidak sempurna diri dan jiwa ini
untuk bertemu denganmu wahai ilahi
sebagai pemegang panji panji
namun telus hatiku ini
dalam cita serta mimpi
kurniakanlah syahid yang diidami padaku ya Rabbi!
6 Nov 2012
Langkawi
Dihujung dunia,
fana menangis luka,
pada udara hamis yang didiami
makhluk melata kini
kemana matahari yang bersinar?
menghalau syairan yang menipu.
aku tanpa matahari adalah aku tanda ruh
tiada lagi gema sakti yang memancar pada sukmaku
oh,kemana kau menghilang?
27 Okt 2012
Sg Petani
Minggu lalu
selepas suria sakit kerna
oksigen yang memberontak
hujan bertalu memberi damai
pada belalang, rerama dan pepatung
yang makin mereput seusia mereka
kini bergembira bahagia
namun apakah derita langit ini terhenti selamanya?
teruslah berdoa wahai buana semua.
23 Okt 2012
Kedawang, Langkawi

[Suara 1:]
Dewata makin suram tanpa bisikannya
Puteri gila tiada sakti yang menyembuh
Seluruh buana pula sepi dan mati
Maka bertitahlah sang maharaja
Mencari nafas yang bernyawa kembali
[Suara 2:]
Mana mungkin!
Setelah nafas itu dipijak dan dicampak jauh ke hutan serigala lapar,
dan setelah disiat oleh mulut kotor penuh darah serigala belaanmu, kau tikamnya berkali-kali dengan belati hinamu hingga ia tertunduk separuh mati.
Nah!
Betapa celakanya kau sekarang!
Betapa malangnya jasad-jasad dibawah perintah kau!
Betapa tiadanya jalan untuk kau pulang!
Betapa pula tiada kemaafan untuk dirimu setelah ini!
Biarlah puterimu terus gila!
Biarlah buanamu terus mati!
[Suara 3:]
Demi Tuhan yang menjadikan bumi dan langit serta isinya.
Sungguh! kemaafan itu masih berbaki dihujung rasa itu.
Dan sungguh,nafas yang bernyawa juga bisa dibangkitkan kembali!
[Suara 2:]
Bagaimana??
[Suara 3:]
Mohonlah pada Tuhanmu dengan jiwa hamba, bukan jiwa maharaja!
Sesungguhnya rahmatNya melimpah hingga ke sulbi!
Ubati sang puteri dengan kalimah-kalimah keramat Ilahi.
Dan hidupkan seluruh penghuni buana itu dengan roh KalamNya.
Benar,dewata pasti bergema kembali!
-Kedawang, 18 Okt 2012
cinta adalah bunga
mengalir wangi seluruh rasa
jasad terbang bahagia
rindu adalah duri
membengkak sakit dalam hati
jiwa gelupar bagai dihiris mati
-Kuala Terengganu