[Suara 1:]
Dewata makin suram tanpa bisikannya
Puteri gila tiada sakti yang menyembuh
Seluruh buana pula sepi dan mati
Maka bertitahlah sang maharaja
Mencari nafas yang bernyawa kembali
[Suara 2:]
Mana mungkin!
Setelah nafas itu dipijak dan dicampak jauh ke hutan serigala lapar,
dan setelah disiat oleh mulut kotor penuh darah serigala belaanmu, kau tikamnya berkali-kali dengan belati hinamu hingga ia tertunduk separuh mati.
Nah!
Betapa celakanya kau sekarang!
Betapa malangnya jasad-jasad dibawah perintah kau!
Betapa tiadanya jalan untuk kau pulang!
Betapa pula tiada kemaafan untuk dirimu setelah ini!
Biarlah puterimu terus gila!
Biarlah buanamu terus mati!
[Suara 3:]
Demi Tuhan yang menjadikan bumi dan langit serta isinya.
Sungguh! kemaafan itu masih berbaki dihujung rasa itu.
Dan sungguh,nafas yang bernyawa juga bisa dibangkitkan kembali!
[Suara 2:]
Bagaimana??
[Suara 3:]
Mohonlah pada Tuhanmu dengan jiwa hamba, bukan jiwa maharaja!
Sesungguhnya rahmatNya melimpah hingga ke sulbi!
Ubati sang puteri dengan kalimah-kalimah keramat Ilahi.
Dan hidupkan seluruh penghuni buana itu dengan roh KalamNya.
Benar,dewata pasti bergema kembali!
-Kedawang, 18 Okt 2012
Tangisan Maharaja
Posted by
Junaidi Ahmad
Wednesday, 17 October 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment